Sebab itu, di momen Haornas ini, menurut Sulis seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk memberikan apresiasi besar bagi para patriot olahraga yang telah berperan dalam pembinaan atlet Kudus.
Selain itu, gelar penghargaan seremonial dari pemerintah daerah juga diperlukan untuk mengakui dedikasi instansi dan pelaku olahraga.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi olahraga Kudus adalah keterbatasan dana dan sarpras. Beberapa cabor seperti tarung derajat, tenis, dan karate masih kekurangan dukungan finansial.
Menurut Ketua KONI Kudus, dari 53 pengurus kabupaten (Pengkab) cabor di Kudus, sekitar 80 persen harus bergerak secara mandiri tanpa bantuan signifikan.
“Pola latihan yang tersistem sangat diperlukan untuk menuju prestasi. Dukungan dari perusahaan besar bisa menjadi solusi untuk mengatasi mahalnya biaya pembinaan olahraga,” katanya.
Untuk itu, dengan dukungan yang lebih baik, diharapkan Kudus mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di tingkat nasional dan internasional.***
