“Saya terus usahakan agar semua warga Ketanjung bisa mengungsi ke sini, karena kondisi bantaran sungai berbahaya, semua sudah saya arahkan untuk mengungsi ke sini,” jelas Puji melanjutkan.
Ia mengungkapkan, kondisi wilayah Desa Ketanjung sangat berbahaya. Ketinggian air banjir antar 2 hingga 3 meter. Sehingga ia sangat berharap, para warga desa yang masih nekat bertahan mengungsi di dekat rumahnya, untuk segera pindah Pasar Saerah.
Untuk saat ini, Puji mengatakan bahwa para pengungsi di Pasar Saerah menerima segala bantuan dari berbagai pihak. Baik itu makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya.
Namun untuk kebutuhan logistik makan setiap harinya, para pengungsi dikatakan Puji, mendapat kiriman makanan yang disiapkan oleh Kabupaten Kudus.
“Apapun yang dikasih kami terima. Tapi untuk logistik, insyaallah selalu aman, kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kudus,” katanya.
Selanjutnya, di Pasar Saerah juga akan dibangun Dapur Umum. Tujuannya untuk memastikan kebutuhan makanan bagi para pengungsi terjamin dengan baik.
Sebagai informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, hingga pukul 08.00 WIB hari ini, total pengungsi di Kudus ada 4.277 orang. Terdiri dari 2.719 orang Kudus dan 1.558 warga Demak.
Untuk warga Demak, mereka tersebar di 5 tempat pengungsian. Rinciannya, 149 orang di Gedung Graha Mustika, 80 orang di Gedung Muslimat NU Loram Kulon, dan 206 orang di Gedung DPRD Kudus.
Kemudian ada juga di Gedung JHK Kudus sebanyak 745 orang dan di Pasar Saerah 378 orang.***
