Selain pelayanan, Bupati juga mendorong setiap OPD berkolaborasi menuntaskan permasalahan yang menjadi prioritas nasional. Sehingga mendapat apresiasi pemerintah pusat dengan Dana Insentif Daerah (DID) untuk mendukung percepatan ekonomi.
“Kalau mendapat apresiasi pemerintah pusat dengan DID, pembangunan Kabupaten Kudus makin cepat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kudus Masan mengapresiasi Bupati Kudus Sam’ani intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton yang getol memperbaiki fasilitas umum.
Masan mengacungi jempol keberanian Sam’ani menambal jalan yang berlubamg meskipun jalan tersebut masuk kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat.
“Keberanian dalam memperbaiki jalan itu tidak dimiliki oleh bupati-bupati sebelumnya. Bahkan saat perbaikan ditunggu langsung oleh Pak Sam’ani dan Bu Bellinda. Semoga tidak lelah dalam memperbaiki fasilitas umum,” ungkapnya.
Masan meminta bupati mempertimbangkan berbagai hal dalam mewujudkan program unggulan. Misalnya seperti Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta sebesar 1 juta rupiah per bulan. Ketua DPRD mengimbau agar data penerima benar-benar valid.
“Mewujudkan visi misi pasti hambatan yang dihadapi. Apalagi terdapat efisiensi. Oleh karena itu, kedudukan data yang sesuai sangat penting agar program benar-benar tepat sasaran,” imbaunya.
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Pejabat Fungsional Perencana Madya pada Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Suharyo Joko Purnomo menyampaikan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah cukup tinggi.
Pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Kudus memaksimalkan potensi seperti Taman Hutan Raya (TAHURA) Gunung Muria selain untuk melindungi flora fauna juga terdapat potensi ekonomi.
“Asta Cita Presiden perlu diwujudkan baik dari sisi ideologi, sistem pemerintahan, pembangunan, teknis, dan lainnya. Salah satunya dengan peningkatan potensi seperti pencanangan TAHURA Gunung Muria,” ucapnya.***
