Disamping itu, lanjutnya, untuk menumbuhkembangkan semangat santri dalam mempertahankan jati diri dalam era derasnya budaya modern saat ini. Sekaligus, untuk menggali potensi santri selain mengaji.
“Ini juga merupakan bentuk sinergi antara FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren), Kemenag dan Pemkab Kudus,” tandasnya.
Sementara itu, Pejabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas C. Penanggungan yang resmi membuka turnamen futsal santri berpesan agar turnamen ini bisa menjadi ajang untuk memperkuat silaturrahmi.
“Pesan saya, jangan berantem. Bal-balan (sepak bola) di Kudus kok isinya berantem saja. Pokoknya jangan berantem. Terus semoga bisa mempererat mereka, karena bukan hanya tanding taoi silaturrahmi,” tuturnya.
Pihaknya juga menyampaikan, bahwa turnamen futsal ini merupakan suatu ajang untuk mewadahi potensi santri. Sehingga para santri tidak hanya mengaji saja, tapi ada aktivitas yang bersifat olahraga.
“Bira tidak bosen, kita harus menyesuaikan zaman. Sehat jasmani dan rohani. Rohaninya ngaji, jasmaninya olahraga,” pungkasnya. ***
