Bahkan Thailand menjadi tim yang paling produktif dengan mencetak 15 gol dari 52 tendangan ke arah gawang. Kawinthida Kikuntod, kapten Timnas Putri U-16 Thailand, menjadi salah satu pemain yang tampil mencuri perhatian sepanjang turnamen dengan penguasaan lini tengah yang mumpuni.
Dalam empat laga yang sudah dilalui sepanjang turnamen berlangsung, Thailand memperlihatkan ciri khas permainan kolektif dengan penguasaan bola dominan. Terbukti, sejauh ini mereka jadi tim paling dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 65.91 persen.
Pelatih Kepala Timnas Putri U-16, Thidarat Wiwasukhu, mengharapkan para pemainnya mampu menunjukkan permainan maksimal di laga final nanti. Usai melakukan evaluasi mendalam, tim kepelatihan Thailand mengapresiasi perkembangan positif pemain yang memiliki soliditas dan daya juang tinggi untuk menjadi juara di setiap laga.
“Saya rasa tim kami sudah banyak kemajuan. Pemain kami telah memetik pengalaman berharga dari setiap pertandingan. Mereka kini lebih percaya diri dan memahami pola permainan. Bagi kami, setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Di final nanti saya ingin semua pemain dapat menerapkan taktik yang telah dilatih. Saya ingin melihat mereka sebagai pemain yang ingin juara dan menunjukkan potensi secara maksimal,” ucap wanita yang akrab disapa Mim tersebut.
Kapten Timnas Putri U-16 Thailand, Kawinthida Kikuntod, mengapresiasi kekompakan tim yang semakin erat dari waktu ke waktu. Hal ini yang menurutnya menjadi modal utama untuk menghadapi laga pamungkas demi mengangkat trofi juara Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino.
“Saya merasa kami saling memahami satu sama lain dalam setiap laga yang kami jalani. Saya sangat senang atas hasil kerja keras kami. Saya lihat Garuda Pertiwi adalah tim yang hebat, tapi kami sudah bersiap dan kami memiliki tujuan, yakni akan jadi juara. Terima kasih kepada para fans yang sudah datang dan mendukung kami di sini,” kata Kawinthida.
Bersaing di Pertandingan, Bersahabat di Luar Lapangan
Terlepas dari persaingan sengit yang tersaji di lapangan, Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino mempertemukan delapan tim dari tujuh negara dan menjadi wadah terjalinnya hubungan baik antar negara yang terlibat. Sepanjang turnamen berlangsung, sejumlah pemain yang berkompetisi saling mengenal satu sama lain. Selain itu, sambutan hangat masyarakat atas kehadiran para pemain juga jadi sesuatu yang sangat berkesan.
“Saya sangat senang dengan sambutan fans di sini. Banyak yang meminta foto bersama. Saya juga jadi punya banyak teman di sini, termasuk dengan sejumlah pemain Indonesia seperti Nafeeza,” ujar pemain dengan nama panggilan Ying tersebut.
Hampir senada, Pelatih Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, juga menganggap penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino memiliki misi yang lebih besar. Selain mengukur kekuatan tim muda untuk bersaing di kancah internasional, turnamen ini juga diselenggarakan dalam rangka menjalin persaudaraan.
“Salah satu fungsi sekaligus slogan FIFA, adalah sepak bola untuk perdamaian dunia. Seperti dalam satu tim, semua harus bersatu padu. Di lapangan, mereka adalah atlet, kami adalah lawan. Namun di luar lapangan kita adalah kawan. Tanpa memandang asal dan latar belakang, kami semua menjalin hubungan baik. Di Indonesia, kita bisa lihat satu stadion penuh untuk mendukung timnas saat bertanding. Kita bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan dan saling menghargai satu sama lain. Inilah sejatinya sepak bola yang menyatukan kita semua,” ujar Coach Timo. ***
