Dalam waktu 2×24 jam, Hartopo mengatakan, tim verifikator memberikan waktu agar kekurangan-kekurangan tersebut bisa segera dilengkapi. Pihaknya pun berharap, di tahun 2023 Kudus bisa menjadi Kabupaten Sehat.
“Target mencapai Kudus sehat tahun ini, paling tidak persentasenya naik. Mudah-mudahan tahun depan bisa menaikkan lagi grade-nya,” ungkap Hartopo.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti mengungkapkan, dari 9 tatanan menjadi Kota Sehat, baru 1 yang sudah terverifikasi paling lengkap. Sementara yang lainnya masih perlu dilengkapi.
“Hanya satu yang setelah diverifikasi, BPBD paling lengkap, yang lain dari sembilan tatanan ada beberapa koreksi ada beberapa yang harus dilengkapi,” ungkapnya.
Meski demikian dari hasil verifikasi mandiri, Kudus sudah di angka 79 persen dan sudah bisa menjadi Swasti Saba Papada. Namun harapannya, Kudus bisa naik ke level berikutnya dengan melengkapi data-data pendukung yang dipersyaratkan.
“Dengan melengkapi data pendukung yang dipersyaratkan kita bisa naik (meraih gelar) Swasti Saba Wiwerda,” harapnya.***
