“Para atlet asal Kudus memiliki potensi memenangkan setiap turnamen biliar. Baik itu di bola 15, bola 8, bola 9, snooker, coram, dan lainnya,” terangnya.
Selain pembinaan atlet, Pradipta juga mempunyai target untuk melakukan pembinaan pada rumah-rumah biliar yang ada di wilayah Kabupaten Kudus.
Dalam waktu dekat, ia akan mengumpulkan semua pengelola rumah biliar di Kudus untuk membahas terkait jam operasional hingga harga.
“Saat ini, olahraga biliar semakin ramai di Kudus. Rencana saya mau mengumpulkan semua pengelola rumah biliar di Kudus yang totalnya ada sekitar 20 tempat agar terorganisir dan kondusif,” jelasnya.
“POBSI mengumpulkan dan mendata semuanya, agar biliar di Kudus komunitasnya terjalin dengan baik,” lanjutnya.
Dengan segala upaya ini, Pradipta juga memiliki misi untuk menghilangkan stereotipe orang-orang bahwa billiar identik dengan judi.
“Biliar adalah cabang olahraga yang masuk dalam kategori olahraga konsentrasi, jangan disamakan dengan judi,” tegasnya.***
