Kepala Desa Menawan Tri Lestari, mengaku, dukungan Mawar Hartopo menjadi pemacu agar terus mengembangkan potensi desa.
Dia mengungkapkan, kegiatan dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat desa. Seluruh elemen ikut terlibat baik dalam pertunjukan seni ataupun mempromosikan produk-produk unggulan lokal.
“Semua warga masyarakat tumplek blek disini dengan menjaga prokes. Ini adalah wujud guyub rukun kita semua, tanpa semua dukungan tersebut acara ini tidak akan terselenggara. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” tuturnya.
Sementara itu salah satu pelaku UMKM, Nurul, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan Pasar Sarguge. Ia adalah produsen olahan jamur hasil budidaya sendiri di rumah.
Selama lebih dari empat tahun, berbagai kripik jamur dijual ke tempat-tempat wisata lokal. Nurul berencana untuk memperluas pemasaran ketika izin PIRT sudah keluar.
“Untuk PIRT sudah dalam proses, sehingga sementara ini saya jual di sekitar sini saja. Setor ke tempat-tempat wisata,” katanya.
Dalam pagelaran seni dua dimensi, Desa Menawan secara khusus melibatkan budayawan asal Pati. Wawan, sapaan akrabnya sudah bertahun-tahun menekuni seni mosaik dengan memanfaatkan media lukis dengan biji- bijian.
Ia mengaku sudah beberapa kali dilibatkan mengisi acara di Desa Menawan untuk menularkan keterampilannya. Dalam Menawan Mantu dipamerkan berbagai karya asli dirinya maupun hasil pelatihan-pelatihan bersama warga desa.
“Ini seni mosaik dan bisa dibilang juga seni lukis. Pakai pakan burung (biji- bijian) yang ditempel satu-persatu membentuk sketsa wajah. Sudah sering dilibatkan acara pelatihan di Desa Menawan,” jelasnya.***
