Daniel membeberkan, dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang disampaikan manajemen Persiku Jr pada tahun 2023, total anggaran yang digunakan sebesar Rp 350 juta.
Pada saat itu, diketahui bahwa PT Sukun Wartono Indonesia memberikan bantuan anggaran sekitar Rp 100 hingga 150 juta rupiah. Untuk sisanya didapat dari iuran para pengurus maupun manajemen tim.
Kemudian saat mengikuti serangkaian pertandingan Piala Soeratin U-17 tingkat nasional di Surabaya, anggaran untuk Perisku Jr didukung penuh oleh PT Sukun Wartono Indonesia, nominalnya sekitar Rp 200 juta.
Dengan rincian nominal anggaran untuk Persiku Jr tersebut, Daniel mengatakan bahwa hal itu tidak sebanding dengan uang calon jemaah umroh Goldy Mixalmina yang diduga dibawa kabur Zyuhal.
“Jadi (dugaan penipuan oleh Zyuhal) tidak berkaitan dengan anggaran untuk Persiku Junior, nilainya tidak sebanding dengan yang ada,” tegas Daniel.
Lalu terkait bonus yang diberikan untuk tim Persiku Jr setelah menjadi juara 3 Piala Soeratin U-17 2024, Daniel mengatakan bahwa Zyuhal memberikan voucher umroh melalui Goldy Mixalmina senilai Rp 3 juta. Namun sampai adanya kasus dugaan penipuan, tidak ada pemain Persiku Jr yang menggunakan voucher tersebut.
Dengan semu penjelasan tersebut, Daniel menegaskan bahwa kasus dugaan penipuan yang menyeret Manajer Persiku Jr tidak ada hubungannya dengan tim Macan Muria Muda.
“Tidak ada sangkut pautnya,” tegasnya.***
