“Data ini menjadi dasar kebijakan pengembangan mutu. Kalau datanya lengkap, kita bisa memetakan kekuatan, tantangan, dan kebutuhan sekolah secara lebih akurat,” jelasnya.
Zaini menegaskan bahwa pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sekolah Muhammadiyah di tengah dinamika pendidikan yang semakin kompetitif.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi serap aspirasi yang dipimpin anggota Majelis, Rofiq Addiansyah. Dalam paparannya, ia mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat dalam menyukseskan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di setiap sekolah.
“PPDB bukan hanya tugas sekolah. Pengurus persyarikatan, komite, jamaah Muhammadiyah dan Aisyiyah harus ikut bergerak. Semua aktor harus terlibat agar sekolah memiliki daya tarik lebih dalam menjaring siswa baru,” tegasnya.
Rofiq menambahkan bahwa Majelis Dikdasmen dan PNF berkomitmen hadir sebagai mitra sekolah dengan merespons langsung berbagai persoalan di lapangan mulai dari kekurangan murid, fenomena bullying, inovasi pembelajaran, hingga penguatan jaminan mutu satuan pendidikan.
“Kami ingin menghadirkan solusi konkret sesuai kebutuhan sekolah. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa melangkah bersama untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah di Kudus,” ujarnya.*
