“Lalu di babak kedua, taktik kita rubah, dan semua berjalan sesuai dengan keinginan kita. Hasil 2-2 ini kami sangat bersyukur,” katanya saat pers conference dengan awak media.
Lebih lanjut, Bona mengaku bahwa ini merupakan laga pertama mereka di Kudus. Para pemainnya pun masih beradaptasi dengan cuaca di Kudus, termasuk mereka merasa ada sedikit kesulitan saat bermain.
“Kesulitannya itu salah satunya di lapangan, lapangan agak keras dan pantulan bola berbeda dengan yang biasa kami latihan. Anak-anak juga masih perlu adaptasi dengan cuaca,” katanya.
Meski begitu, Muhammad Ridho, Penjaga Gawang dari 757 Kepri Jaya FC bersyukur dengan hasil yang berhasil diciptakan timnya.
Cuaca yang panas dengan kondisi lapangan yang masih baru bagi merek, dikatakan Ridho sebagai hal yang masih perlu disesuaikan.
Sementara itu, Asisten Pelatih dari PS Polmas, Amdy Wijaya menyadari bahwa penampilan anak asuhnya belum maksimal.
Hal itu dipengaruhi oleh faktor kelelahan usai laga terakhir PS Polmas pada 30 April 2024 sore hari.
“Babak pertama kita bermain ofensif, namun di babak kedua, anak-anak mulai kelelahan dan kecapean,” kata Amdy.
Alhasil, target yang mereka pasang untuk mampu mengamankan 3 gol belum berhasil terwujud. Meski demikian, PS Polmas akan terus berusaha maksimal di laga berikutnya.
“Untuk pertandingan berikutnya, kami akan recovery terlebih dahulu. Saat melawan Persipu nanti, kami harap anak-anak bisa maksimal dan fit. Sehingga mereka bisa bugar dan bisa kembali tampil lebih baik lagi,” jelas Amdy.
Di sisi lain, PS Polmas juga merasa kurang puas dengan kinerja wasit hari ini. Ada beberapa pelanggaran yang seharusnya menjadi milik 757 Kepri Jaya, namun diserahkan ke lawan. Untuk itu, PS Polmas berharap agar wasit yang ditugaskan bisa lebih adil dalam memberikan keputusan.***
