Ia menjelaskan, Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati dibentuk sebagai sarana komunikasi dan memperkuat rasa persaudaraan bagi warga Madura yang menetap di Kabupaten Kudus.
Hingga saat ini, jumlah anggota yang tergabung telah mencapai 114 orang dan terus bertambah.
Menurut Asim, semakin banyak warga Madura yang bermukim di Kudus mencari informasi mengenai paguyuban karena membutuhkan wadah untuk saling mengenal, bertukar informasi, dan membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar.
“Harapan kami, dengan adanya paguyuban ini seluruh anggota bisa saling terbuka, saling membantu, dan terus berbuat kebaikan sehingga keberadaan masyarakat Madura di Kudus semakin diterima dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Selain membangun solidaritas internal, paguyuban juga berupaya menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat Kudus.
Salah satunya melalui pengaturan jarak antarpedagang Warung Madura agar tercipta persaingan usaha yang sehat dan tidak menimbulkan gesekan dengan pedagang lokal maupun sesama anggota.
Asim berharap Turnamen Catur Merdeka Cup dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melahirkan pecatur berprestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan lintas daerah dan semangat kebersamaan dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. ***
