Festival tari juga dihadirkan sebagai wujud prihatin atas semakin langkanya produsen atau pembuat caping kalo di Kabupaten Kudus. Padahal, dahulunya caping kalo merupakan aksesoris yang tidak pernah lepas dari kaum wanita.
“Produsennya sudah sedikit sekali, sekarang caping kalo hanya dibuat untuk pakaian adat. Jadi ini cara kita untuk mengangkat kembali warisan budaya kita agar tidak punah,” tuturnya.
Berdasarkan hasil penjurian, Juara 1 disabet oleh Moncar SMA 1 Mejobo dan berhak mendapatkan Uang Pembinaan sebesar Rp 3,3 juta, piala serta piagam. Juara 2 oleh Bhataria Mulia, mendapat uang pembinaan Rp 2,8 juta, piala dan piagam.
“Juara 3 dari Sanggar Tari Mekar Sore Banget, mendapat uang Rp 2,3 juta, piala dan piagam,” lanjutnya.
Lalu, Juara Harapan 1 oleh Amarta, mendapatkan uang Rp 1,8 juta, piala dan piagam. juara Harapan 2 oleh Airtaclub, mendapatkan uang Rp 1,4 juta, piala dan piagam. Juara Harapan 3 oleh Tim Ndebong, mendapat uang Rp 1 juta, piala dan piagam. ***
