
Oleh karena itu, untuk melestarikan terompet glongsor ini, warga mengadakan Kirab Budaya Glongsor. Sekaligus sebagai upaya mengenalkan kepada generasi penerus mengenai adanya peninggalan sejarah berupa Terompet Glongsor.
“Kegiatan ini untuk nguri-nguri budaya leluhur. Mengingatkan adanya sejarah Terompet Glongsor yang ada di Desa Rendeng,” kata Ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Kudus, Kanjeng Raden Arya (KRA) Panembahan Didik Gilingwesi Hadinagoro.
Kirab Terompet Glongsor ini sendiri diikuti oleh masyarakat RT 1, RT 2 dan RT 3 di lingkungan RW 1 Desa Rendeng, Kecamatan Kota. Acara dimulai dengan mengadakan kirab budaya mengelilingi kawasan RW 1.
Dalam kirab ini, terompet glongsor diarak oleh masyarakat dengan diiringi alunan tembang Jawa dan selawat. Selain itu, peserta kirab juga membawa makanan yang ditata rapi di beberapa tampah serta berpakaian adat Jawa dan busana Kudusan.
Setelah kirab, acara dilanjutkan dengan sambutan para tetua, doa dan makan bersama masyarakat setempat. Diharapkan, ke depan, acara Kirab Budaya Terompet Glongsor ini bisa terus dilakukan untuk nguri-nguri budaya leluhur.
“Ini sudah kedua kali Kirab Budaya Terompet Glongsor ini diadakan, sebelumnya di tahun 2022. Semoga seterusnya masih bisa diadakan lagi agar peninggalan sejarah ini tetap terjaga,” tuturnya.***
