Menurut Noor, upaya pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan ini membuktikan bahwa Kudus mampu melahirkan atlet-atlet bertalenta, termasuk tampil di ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
“MilkLife Athletics Challenge memberikan ruang kepada atlet Kudus agar memiliki wadah untuk berkompetisi sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS hingga SMA. Kami mendorong para atlet untuk bergabung di klub sehingga harapannya dapat menembus kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Karena tim Kudus untuk Porprov nanti juga diperkuat oleh atlet-atlet jebolan MilkLife Athletics Challenge ini. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife sudah membantu memunculkan bibit-bibit potensial untuk bisa dibina lebih lanjut,” kata Noor.
Pada gelaran MilkLife Athletics Challenge Seri 2, turut hadir Perwakilan PASI Jawa Tengah Firdaus yang mendukung proses pembinaan atlet usia dini di Kudus. Firdaus berharap lewat turnamen ini menjadi harapan baru munculnya generasi atletik yang unggul dan nantinya membawa nama Kudus ke level yang lebih tinggi.
Aksi Maksimal di Arena Atletik
Salah satu atlet asal Kudus yang ambil bagian pada MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025 adalah Irgi Candra Pranata, siswa kelas XII SMAN 2 Bae Kudus.
Turun di nomor lari 100 meter, 400 meter, dan estafet 4 x 400 meter, Irgi tampil gemilang dan berhasil memboyong dua piala juara. Catatan terbaiknya diraih pada nomor 400 meter dengan waktu 50.57 detik dan lari 100 meter dengan waktu 11.18 detik.
Irgi juga mencatat prestasi bagus di sejumlah ajang bergengsi, antara lain juara pertama estafet 4 x 400 meter pada Popnas 2025 di awal November lalu. Ia menuturkan, program latihan interval dan penguatan otot menjadi kunci peningkatan performa di lintasan.
“Seru dan bangga sekali bisa berkompetisi di MilkLife Athletics Challenge saat ini dengan membawa nama sekolah. Di kejuaraan ini aku mengukur kemampuan dan sebagai salah satu persiapan untuk Porprov nanti, karena aku memiliki target untuk bisa masuk PON dan berkontribusi untuk provinsi Jawa Tengah. Untuk adik-adik jangan kendor latihan. Tidak perlu takut dengan lawan, yang penting terus semangat,” ucap putra asli Kudus itu.
Kobaran semangat juga ditunjukan dari tim SMA NU Al Ma’ruf yang berhasil merebut gelar juara umum KU 18 dengan mengemas 8 emas 6 perak dan 4 perunggu.
Tim atletik SMA NU Al Ma’ruf yang dibina Miqdam Maulana itu tampil solid dengan kekuatan 18 atlet. Latihan selama 1,5 bulan ke belakang tidak menjadi sia-sia usai memetik hasil positif di ajang MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025.
“Kami antusias berpartisipasi dalam acara yang diadakan Djarum Foundation ini dan merupakan suatu langkah yang baik untuk mempersiapkan siswa dari KU 10 hingga KU 18, sehingga mereka tahu bagaimana lintasan dan batasan-batasan yang harus dilampaui. Kami ingin melihat potensi anak didik kami sekaligus mempersiapkan untuk event selanjutnya. Alhamdulillah atletik menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan di sekolah kami yang peminatnya cukup banyak, jadi kami memberikan kesempatan pada siswa untuk ikut dalam berbagai kompetisi demi mengasah kemampuan mereka,” terang Miqdam. ***
