“Yang kolam renang kisarannya akan di angka Rp200 jutaan, taksirannya,” ujar Anggun.
Meski sejumlah pihak disebut telah menyampaikan ketertarikan, hingga kini belum ada investor yang mengajukan permohonan kerja sama secara resmi kepada Pemkab Kudus. Ketertarikan tersebut baru disampaikan secara lisan oleh beberapa pihak.
“Kalau yang resmi secara surat belum ada. Tapi dari beberapa informasi lisan yang masuk, sudah ada beberapa yang berminat,” jelasnya.
Pemkab Kudus juga tetap mempertimbangkan fungsi kolam renang sebagai fasilitas olahraga apabila nantinya dikelola pihak ketiga.
Pasalnya, kolam tersebut selama ini turut digunakan untuk latihan atlet serta persiapan menghadapi berbagai kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
Ketentuan mengenai penggunaan untuk kegiatan olahraga akan dibahas dalam klausul kerja sama.
“Harapan kami ketika dikerjasamakan, output dan outcome-nya tetap peningkatan PAD. Jadi yang sebelumnya sekitar Rp 80 juta bisa naik sesuai operasionalnya, Rp200 juta atau berapa,” imbuhnya. ***
