Kemudian saat disinggung mengenai laba di PDAM Kudus, Agung menjelaskan bahwa laba yang diperoleh di semester pertama sebesar Rp 2,475 miliar belum termasuk pajak perusahaan. Meski demikian, pihaknya tetap optimis capaian laba PDAM hingga akhir tahun bisa mencapai target.
“Kemungkinan besar dengan melihat target laba PDAM yang Rp 4,5 miliar, bisa tercapai,” ucapnya.
Terlebih saat ini masih musim kemarau, kebutuhan air cukup banyak sehingga penjualan air di PDAM Kudus masih tinggi. Meskipun saat memasuki musim penghujan di bulan November dan Desember, diprediksi penjualan air di PDAM Kudus akan drop.
Di samping itu, terkait dua Perusda lain di Kabupaten Kudus yakni PD Percetakan dan PD Apotek, Agung menjelaskan bahwa capaian laba dua Perusda tersebut belum bisa dihitung di pertengahan tahun. Laba kedua Perusda tersebut baru bisa dihitung di akhir tahun.**
