Bahkan, Winarno membeberkan bahwa rata-rata per tahun ada sekira 300-an kekosongan formasi guru terjadi di Kabupaten Kudus. Baik itu terjadi karena guru pensiun maupun sebab guru tersebut meninggal dunia.
“Di tahun 2024 pun tetap kita ajukan, karena pensiun itu kan kurang lebih 300-an orang kalau rata-rata setiap tahunnya, itu guru SD dan SMP,” terangnya.
Lebih lanjut, Winarno menyampaikan bahwa, untuk kekosongan formasi guru di tahun ini ada sekira 660 guru. Dimana, 406 diantaranya telah dilakukan pengangkatan pada hari ini, 11 Juli 2023 pagi tadi.
“Kekurangan kemarin kan ada 660 formasi, keisi ini 407 formasi PPPK Guru sudah dilantik, berarti ada pengurangan dan masih ada sebanyak 253 formasi guru yang kosong. Itu nanti kami ajukan lagi di pengadaan 2023,” ujarnya. ***
