Yakni dalam upaya merubah energi fosil menjadi energi yang lebih bersih, salah satunya melalui transportasi.
“Ini kita hadirkan di sini (SPKLU). Mudah-mudahan nanti masyarakat Kudus dan sekitarnya mulai beralih (ke kendaraan energi listrik),” ungkapnya.
Di SPKLU Kudus, charger untuk kendaraan keluaran Wuling, Nissan, hingga Hyundai disiapkan. Dengan kapasitas charger mobil 25 kW. Di mana biaya per kWh sekitar Rp 2 ribu, lebih murah dari pada biaya bahan bakar minyak konvensional.
Ke depan, Jatmiko mengatakan bisa saja SPKLU di Kudus ditambah. Namun perlu ada pengkajian lebih lanjut nantinya.
“Kita lihat dulu perkembangannya,” ucapnya.
Sebagai informasi, SPKLU secara nasional di seluruh Indonesia sudah tersedia 588 mesin tersebar di 257 lokasi. Untuk wilayah Jateng DIY sendiri sudah tersedia di 20 lokasi.***
