Meski demikian, Pemkab Kudus mengakui bahwa pelaksanaan Great Sale 2026 belum melibatkan seluruh pelaku usaha. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk penyelenggaraan program serupa pada tahun berikutnya.
“Kalau saat ini memang kita belum secara total memberlakukan Great Sale kepada seluruh pelaku usaha. Tetapi memang ini konsep awal di 2026 ini, atas petunjuk bupati untuk melaksanakan Great Sale ini adalah langkah awal,” ungkap Fitrianto.
Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan Kudus Great Sale 2027. Pemkab Kudus optimistis jumlah pelaku usaha yang terlibat akan semakin bertambah sehingga dampak program terhadap perekonomian daerah juga dapat semakin luas.
“Tahun berikutnya kita sudah akan melakukan evaluasi-evaluasi, sehingga nanti untuk Great Sale di 2027, kami yakin nanti sudah banyak lagi pelaku usaha yang akan memanfaatkan dan akan melaksanakan kegiatan Great Sale,” tuturnya.
Terkait target perputaran uang, Fitrianto menyebut Pemkab Kudus belum menetapkan angka khusus pada pelaksanaan perdana tersebut. Menurutnya, fokus utama pada 2026 adalah memastikan program dapat berjalan dengan baik.
Ia menilai pelaksanaan Great Sale cukup berhasil, terlebih tingkat hunian hotel turut terdorong oleh adanya berbagai kegiatan, termasuk event olahraga di Kudus.
“Kalau target kami terkait perputaran uang memang belum ada karena ini kan awal. Yang penting berjalan lancar terlebih dahulu. Kalau dibilang ini sangat sukses sekali, apalagi hotel kemarin penuh karena juga ada event sport juga kan di Kudus,” pungkasnya. ***
