Selain pagelaran fashion, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran produk fesyen dan wedding yang melibatkan 85 stan. Pameran ini memberikan referensi fashion terbaru kepada pengunjung, terutama generasi muda, dalam mengadaptasi fashion tradisional ke dalam kehidupan modern.

Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M. Hasan Chabibie, turut hadir dalam pembukaan Kudus Fashion Week 2024 bersama Forkopimda Kudus dan Direktur PT Nojorono Kudus, Arif Goenadibrata.
Dalam sambutannya, Hasan Chabibie memuji kreativitas para desainer yang sukses memadukan unsur budaya lokal dengan gaya fesyen yang modern. “Kudus Fashion Week ini merupakan momen penting untuk mempromosikan warisan budaya lokal seperti caping kalo ke tingkat nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Arif Goenadibrata juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap acara ini, khususnya dengan caping kalo yang menjadi ikon penting dari budaya Kudus.
“Caping kalo ini merupakan salah satu warisan budaya Kudus yang perlu terus kita promosikan. Melalui Kudus Fashion Week, kami berharap caping kalo bisa menjadi tren fesyen yang lebih luas,” tambah Arif.
Kudus Fashion Week 2024 diharapkan menjadi event tahunan yang mampu menggerakkan industri kreatif lokal dan memperkuat identitas budaya Kudus. Dengan kolaborasi antara para desainer, seniman, dan pelaku industri fesyen, acara ini tidak hanya mempromosikan kebudayaan Kudus, tetapi juga mendorong kreativitas anak-anak muda untuk terus berkarya.
Acara ini menjadi bukti bahwa Kudus, sebagai kota dengan warisan budaya yang kaya, mampu bersaing di kancah mode nasional dengan tetap mempertahankan akar budayanya. Kudus Fashion Week 2024 sukses menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah dan menjadi salah satu event yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Kudus. (***)
