“Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter Moh. Sahli dari Puskesmas Kaliwungu, ditemukan bahwa dari hidung korban mengeluarkan darah sebagai tanda proses pembusukan tubuh,” ungkapnya.
“Korban duperkirakan meninggal dunia satu hari yang lalu dan tidak ditemukan adanya kekerasan fisik pada tubuh korban,” lanjut AKP Deni.
Untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian korban, pihak medis menyarankan agar dilakukan otopsi terhadap jenazah yang diketahui bernama Jamari alias Papiyu berusia 66 tahun warga Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kudus.
Namun pihak keluarga korban tidak bersedia dilakukan otopsi. Keluarga menerima kejadian yang ada dengan ikhlas dan merupakan takdir Allah SWT.
“Berdasarkan informasi dari keluarga, korban tidak memiliki istri dan anak atau bujangan. Korban juga tidak bisa berbicara dan tidak bisa mendengar atau bisu dan tuli,” ungkap Kapolsek.
“Selama ini korban juga sering pergi dari rumah dan beberapa kali pulang. Hingga akhirnya korban pergi dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia hari ini,” lanjut AKP Deni menjelaskan.
Untuk saat ini, korban telah dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.***
