Lebih lanjut, Mutrikah menegaskan jika Museum Kretek Kudus ini merupakan satu-satunya museum yang menyimpan sejarah panjang tentang kretek. Keberadaan stan pamer nantinya, harus mudah dipahami jika sejarah atau budaya kretek yang lahir dari Kudus merupakan budaya asli Indonesia dan tidak hanya sekadar menampilkan barang atau koleksi Museum Kretek.
Saat ini pihaknya tengah menginstruksikan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Museum dan Taman Budaya Disbudpar Kudus untuk melakukan pematangan keikutsertaan Museum Kretek dalam pameran bersama di Monumen Pers Nasional tersebut.
”Upaya pematangan konsep dalam konteks sejarah penemuan kretek oleh Hadji Djamhari, industrialisasi kretek oleh Niti Semito, dan awal-awal bertumbuhnya industri kretek yang menjadi tulang punggung ekonomi warga masyarakat Kudus, tengah dirancang oleh kurator bersama UPTD Museum dan Taman Budaya Disbudpar,” imbuhnya.
Rencananya, dalam konsep yang dirancang beberapa koleksi Museum Kretek akan ditampilkan dipameran tersebut. Mulai dari alat pelinting kretek, koleksi peninggalan nitisemito, hingga beberapa kemasan kretek generasi terdahulu.
Selain itu, di stan pameran juga akan ada atraksi melintingm kretek hingga display bahan kretek, seperti tembakau, cengkeh, kayu manis dan pelengkap kretek lain. ***
