Pj Bupati Kudus berharap, penyegaran melalui simulasi ini bisa mewujudkan pelaksanaan Pilkada 2024 yang terbaik. Sekaligus menyiapkan solusi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, salah satunya bencana alam.
“Tapi yang jelas terima kasih atas diselenggarakannya simulasi, ini menunjukkan kesiapan Kabupaten Kudus, KPU dan stakeholder yang terlibat dalam penyelnggaraan Pilkada 27 November 2024 mendatang. Mohon doanya semua, semoga semuanya lancar,” terang Hasan Chabibie.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kudus, Ahmad Amir Faisol mengungkapkan bahwa ada sekitar 200 warga dari Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kudus yang mengikuti simulasi pemungutan hingga perhitungan suara untuk Pilkada Serentak 2024.
“Dengan simulasi ini, kami mencari kondisi sebenarnya (penyelenggaraan Pilkada),” katanya.
Faisol melanjutkan, rencananya simulasi serupa akan dilaksanakan kembali di tempat yang berbeda.
Lokasi yang dipilih KPU Kudus antara Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog atau Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan. Alasannya karena daerah tersebut cukup sering terjadi bencana alam.
Di sisi lain, sejauh ini persiapan penyelenggaraan Pilkada 2024 di wilayah Kabupaten Kudus dikatakan Faisol sudah 90 persen.***
