Menurut keterangan Mahrus, adanya perpaduan budaya dalam kirab yang digelar ini menunjukkan semangat kesatuan masyarakat Indonesia dalam Bhinneka tunggal Ika. Meskipun budaya dari setiap kelompok berbeda, tidak menjadi alasan untuk saling memecah belah.
“Seperti barongsai, reog, kemudian tadi ada pemangku punden dan belik se-Kecamatan Jati, ini menunjukkan akulturasi budaya di Kudus, ternyata semua bisa kompak dalam satu agenda,” kata dia.
Agenda yang diinisiasi oleh Kanzus Sholawat Angudi Barokahe Gusti Kudus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan teladan bagi masyarakat, sekaligus sebagai hiburan bagi masyarakat Kudus.
“Kita patut bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Tuhan, oleh sebab itu kita harus bisa menjaga persatuan, kerukunan, dan kebhinekaan di setiap tempat,” ungkapnya.
Sebagai informasi, perjalanan kirab yang dimulai sejak pukul 14.00 wib ini melewati jalan Loram Wetan menuju Jalan Budi Utomo dan transit di Griya Transit Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati Kudus.(***)
