Untuk diketahui, peringatan haul Mbah Datuk sendiri sudah dilakukan sejak tahun 1998. Pihaknya bersama masyarakat mendesain ulang perayaan haul dengan kegiatan festival yang mengguyubkan masyarakat.
“Kita buat festival dengan beragam agenda, tujuannya untuk menyatukan masyarakat supaya guyub bisa melestarikan budaya. Selain itu, juga supaya anak-anak muda bisa mengenal sejarah dan peninggalan leluhur desanya sendiri,” ungkap Zihrul, Minggu (09/07).
Pihaknya berharap, kirab budaya ini dapat menjadi agenda tahunan yang berjalan rutin dan berkembang daripada sebelumnya. Festival plumpatan juga menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk menanamkan budaya desa yang semakin ditingkatkan.
“Maka, kita rangkai dengan beragam kegiatan, pentas seni, permainan tradisional, kirab, buka luwur dan sebagainya, supaya masyarakat juga mengenal budaya dan asal usul desa,” timpalnya. (***)
