“Di sana ada petilasan Mbah Kulah, sumberan Sukesi yang menjadi awal mula adanya lentog tanjung di desa ini,” terangnya.
Selain kirab, selama tiga hari juga digelar rangkaian acara mulai dari pameran UMKM hingga pentas seni warga. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang kreativitas anak-anak dan masyarakat Tanjungkarang.
“Kita libatkan semua pedagang lentog di Desa untuk menggelar pameran UMKM, sekitar 50 stand kuliner lentog sebagai ikon desa,” paparnya.
Diharapkan, pelaksanaan kirab ini menjadikan masyarakat Desa Tanjungkarang semakin guyub rukun, kompak dan rukun melestarikan budaya di desanya.
“Semoga bisa menciptakan kerukunan umat beragama, karena kami libatkan semua elemen. Untuk pedagang lentog juga kami harap semakin dineri keberkahan dan kelancaran,” harapnya. (YM/YM)
