Kegitan pengumpulan koin ini pun dikatakan Irvan sudah berjalan selama tiga periode. Setaip periode, koin yang terkumpul bisa mencapai sekitar 30 juta rupiah.
Pembangunan sekolah autis pun dikatakannya sudah jadi satu lantai dan terus berproses sesuai target yang diharapkan.
“(Pengumpulan koin) Ini untuk melatih siswa untuk infak dan sedekah. Jadi modelnya koin, tidak dalam nominal besar,” ujarnya.
Irvan juga mengatakan, bahwa hadirnya sekolah untuk mereka yang berkebutuhan khusus sangat dibutuhkan di wilayah Kabupaten Kudus. Karena menurutnya, sekolah khusus seperti yang dimaksud belum banyak berdiri di wilayah Kota Santri ini.***
