Keren! Writer Street Art Kudus Suarakan Pesan Moral Lewat Gravity

Komunitas Kudus Street Art (KSA) menyambut hari kemerdekaan dengan cara menggambar bersama di tembok kolam renang GOR Kudus. (ELANG)

Sementara itu, Miko salah satu writer mengatakan, setiap writer mempunyai karakter dan kecenderungan yang berbeda-beda dalam menuangkan ekspresinya.

“Karena memang tidak ada batasan untuk berkarya dan berekspresi. Setiap peserta dibebeskan untuk menggambar apa saja baik yang bertema kemerdekaan atau tema lainnya,” ujarnya.

Miko mengungkapkan untuk menyelesaikan satu gambar street art dibutuhkan waktu kurang lebih 3-4 jam. Hal inu tergantung dari konsep, tema, kesulitan, dan detailnya sebab prosesnya yang bertahap.

Bacaan Lainnya

“Proses pertama itu dari membuat sketsa dulu, ada yang pake kapur, pakai pilok langsung atau desain di hp/tablet. Kemudian tahap selanjutnya adalah coloring, pemberian shadow gelap terang,hingga finishing line dan detail supaya kelihatan lebih bagus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dose salah satu anggota Kudus Street Art berharap kegiatan menggambar bareng seperti ini bisa terus digerakkan. Hal ini supaya Komunitas Kudus Street Art semakin berkembang.

Oleh karena itu, dirinya berharap teman-teman pecinta street art terutama di Kudus terus mengasah kemampuannya dan tidak berhenti untuk belajar. Sehingga, dari hobinya tersebut dapat diaplikasikan ke dalam dunia pekerjaan.

“Harapannya untuk teman-teman KSA ini semakin berkembang, gerakan-gerakan street art Kudus bisa lebih terorganisir, dan mereka bisa menyalurkan hobinya ke pekerjaan. Jadi tidak hanya senang menggambar di jalanan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk dirinya kedepan,” pungkasnya.***