“Aku itu suka baca, tapi tidak semua buku kubaca. Hanya buku tertentu, seperti self development. Aku nggak bisa baca novel romansa,” tandasnya.
Kesibukan Nova selain aktif di organisasi kampus, seperti UKM Broadcasting, ia juga aktif menjadi tutor dengan harapan ia dapat membuka bimbel Bahasa Inggris sendiri.
Masa-masa produktifitas Nova dinilai berlangsung ketika dirinya duduk di semester 3. Ia mulai ikut UKM Broadcasting seperti menjadi reporter, atau jadi MC dan kemudian ikut lomba-lomba internasional.
“Bahkan di semester 3 aku part time di satu tempat makan. Pernah juga dipercaya saat penukaran mahasiswa UMK dengan Universitas Lampung,” terang Nova.
Bagi Nova yang penting adalah menggali banyak hal dalam diri dan lingkungan. Nova juga mengungkapkan, bahwa ia tidak memiliki tokoh idola.
Karena bagi Nova, dengan tidak adanya pengkultusan kepada orang, maka ia dapat belajar dari siapa pun dan di mana pun.
“Banyak belajar dari lingkungan dan dari siapa pun. Jadi, aku tidak memiliki tokoh idola,” paparnya.
Kendati demikian, Nova menyampaikan bahwa ia mengagumi karakter seorang wanita yang independen dan tangguh. Seperti Maudy Ayunda, Dian Sastrowardoyo, Najwa Shihab, dan Cinta Laura.
“Kalau cewek kayak mereka itu berkarakter benget. Aku pokoknya kagum sama perempuan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan dan nggak memandang gender,” pungkasnya.
Kepercayaan diri yang timbul dan dimiliki Nova bukanlah sesuatu yang begitu saja. Pasalnya, kepercayaan diri itu dibentuk.
Peran keluarga juga sangat berperan dalam kehidupannya, apalagi dia selalu mendapat dukungan dalam melakukan kegiatan positif apapun.
“Orang tua selalu mendukung apa pun yang ingin kucoba dan memiliki banyak manfaat. Dan selalu disupport,” tandas Nova.
Perilah menjadi Duta GenRe 2022 Kabupaten Kudus, Nova mengaku sangat tertarik dengan program daribinaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Dinsos P3AP2KB Kudus.
Menurutnya, ada program seperti akan membuat generasi muda di Kudus bisa dengan baik mempersiapkan kehidupan berencana dalam kelurga.
“Melalui edukasi dan sosialisai menegenai usia tepat dalam melangsungkan pernikahan, ada delapan substansi genre, seperti usia pernikahan, pencegahan HIV AIDS, pencegahan narkoba, dan lainnya,” imbuh Nova.
Duta Genre sendiri ditunjuk berdasarkan kemampuan dalam menguasai materi. Termasuk Nova yang telah terpilih berkat kemampuan dan potensi yang dimilikinya.***
