Sementara itu, Rahmat Hidayat selaku pemateri dari Lelana Kudus menyampaikan pelatihan tour guide lokal ini, difokuskan untuk warga Gribig mempersiapkan desa wisata Gribig.
“Peserta disiapkan untuk memiliki kemampuan berbicara yang bagus, kemudian mampu menjadi guide yang baik dan mempromosikan desa wisata yang ada,” paparnya.
Lebih lanjut, laki-laki yang akrab disapa Dayat ini mengungkap, beberapa kendala yang dihadapi peserta yakni takut dan tidak percaya diri.
“Takut kalau salah. Sementara bekal dari public speaking harus berani dulu. Kemudian kurang percaya diri karena kurangnya latihan, padahal menjadi seorang tour guide harus banyak berlatih, seperti bicara di depan publik, sering berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain,” jelasnya.
Dayat menilai antusiasme masyarakat di Gribig, jauh dari ekspektasinya. Sebelumnya ia menilai, mereka kurang tertarik, karena takut atau kurang percaya diri.
“Tetapi, ternyata yang datang lumayan banyak dan sangat antusias, bahkan beberapa langsung ingin mempraktekkan,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, para peserta yang hadir dapat memperoleh ilmu baru. Selain itu, pihaknya berharap para peserta mempraktekkan dan mempromosikan desa wisata Gribig.
“Sehingga desa wisata Gribig menjadi destinasi wisata yang menarik di Kudus,” pungkasnya.”***
