“Koleksi yang dimiliki Museum Patiayam sangat lengkap, pasti banyak ilmu yang didapat untuk menambah wawasan, sekaligus sebagai sarana wisata. Silahkan berkunjung ke sana,” ujarnya.
Untuk lebih mengembangkan Museum Patiayam, orang nomor satu di Kudus itu juga berencana melakukan studi banding ke Museum Sangiran. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mengadopsi beberapa hal yang dapat diterapkan untuk memajukan Museum Patiayam.
“Perlu kita lakukan studi banding ke Sangiran untuk mengadopsi apa yang bisa diterapkan di Museum Patiayam. Semoga makin berkembang,” pungkasnya.
Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Dody Wiranto mengatakan bahwa Situs Patiayam sudah diteliti sejak abad ke-19. Dirinya menyebut bahwa potensi yang dimiliki Patiayam luar biasa sama seperti Sangiran.
“Sudah diteliti oleh orang asing sejak abad 19. Sedangkan bangsa kita sendiri mulai meneliti setelah kemerdekaan,” ungkapnya.
Dirinya menyebut, Patiayam adalah salah satu tempat istimewa yang diberi anugerah oleh Tuhan untuk menyimpan cerita sejarah. Oleh sebab itu, sangat perlu untuk dilestarikan dengan baik. ***
