Keciput Tembus Pasar Lebanon, KEK Kudus Dorong Inovasi Rasa dan Warna Agar Lebih Mendunia

kue lebaran keciput. (MIA)

Selain produk kuliner, Valerie juga mengungkapkan bahwa ekonomi kreatif sub sektor fashion dari Kudus juga telah tembus pasar internasional. Ia menyinggung terkait fashion yang dikembangkan oleh SMK Banat Kudus.

“Jadi pas kunjungan menteri ekraf beberap waktu lalu, dilaporkan dari Djarum Foundation yang menjadi motor penggerak di SMK RUS dan SMK Banat, bahwa mereka telah melahirkan karya yang go internasional, termasuk fashion,” jelasnya.

Lebih lanjut, Valerie pun berharap ekonomi kreatif di Kabupaten Kudus bisa berkembang lebih besar lagi. Ia mengharapkan agar seluruh pelaku ekonomi yang saat ini masih ragu untuk berkembang, agar terbangun dan termotivasi.

Bacaan Lainnya

“Harapan saya itu menjadi sumber inspirasi bagi teman-teman ekraf, yang mungkin masih malu malu, karyanya masih setengah, harapannya dengan adanya festival ini bisa lebih termotivasi,” harapnya.

Terkait dengan Festival Ekonomi Kreatif yang terselenggara di kompleks Balai Jagong Kudus sendiri, akan berlangsung selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu, 13-15 Juni 2025. Festival ini terbuka untuk masyarakat umum.

Ada sekitar 20 tenant yang dipamerkan dalam acara tersebut, mewakili 17 sub sektor dalam ekonomi kreatif. Valerie menyebut, Kabupaten Kudus memiliki empat sub sektor unggulan, yakni kuliner, kerajinan, seni pertunjukan dan fashion. ***