NU bagi Akhwan adalah organisasi masyarakat (Ormas) yang berisi banyak kader partai politik yang berbeda-beda. Terlebih di PCNU Kudus sendiri, tidak semuanya merupakan kader PKB semua. Ada pula yang Partai Nasdem, Gerindra, dan lainnya.
“Padahal Pilpres juga masih jauh. Calonnya saja juga belum ada. Tapi sikap Ketua PCNU Kudus sudah tidak bisa menjaga marwah Ketua Ormas. Sebagai ketua ormas, bila ada keberagaman (pilihan politik) jangan sampai menyinggung. Tapi malah yang dilakukan Ketua PCNU Kudus membuat gaduh,” ungkap Akhwan.
Pengunduran dirinya dari Lesbumi juga cukup berat bagi Akhwan. Terlebih sejak dipegang olehnya, Lesbumi Kudus cukup aktif memberikan sumbangsih dalam mempertunjukkan kebudayaan dan kesenian. Mulai dari musik, teater, hingga pentas budaya yang rutin dipertunjukkan, Kembang Kanthil.
Kendati demikian, keputusan mengundurkan diri Akhwan sudah bulat. Untuk siapa yang akan menggantikan posisinya, Akhwan menyerahkan semuanya pada PCNU. ***
