Keberatan dengan Hasil Tes, Puluhan Peserta Seleksi Perades di Kudus Sampaikan Sanggahan

Penyerahan nota keberatan terkait hasil seleksi perangkat desa di Kudus ke panitia pelaksana kegitan seleksi Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (NILA)

Atas empat hal tersebut, ia bersama rekan-rekannya meminta penjelasan dan menyatakan keberatan terhadap nilai hasil ujian penyaringan yang diumumkan oleh panitia tingkat desa.

Lebih lanjut, Rifai mengungkapkan jumlah peserta yang menyatakan keberatan dengan hasil ujian ini akan semakin bertambah. Akan lebih banyak orang yang akan menyampaikan keberatannya terkait hasil ujian seleksi.

“Dari 82 orang yang ikut, separuhnya itu merasa keberatan,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Bukan cuma satu formasi perangkat desa saja yang mengalami perubahan nilai, namun 5 formasi yang dibuka Desa Kesambi semuanya berubah. Dia yang mendapat nilai tertinggi di pengumuman hasil seleksi pertama, tiba-tiba nilainya turun di pengumuman berikutnya.

“Contohnya itu di formasi staf Kepala Dusun, awalnya itu skornya 350, terus di pengumuman berikutnya turun jadi 290. Formasi lainnya juga sama,” ungkap Rifai.

Menanggapi keberatan yang disampaikan para peserta, pihak panitia hanya bisa membantu memfasilitasi semata. Laporan yang didapatkan ini akan diteruskan ke pihak akademisi atau Universitas Padjadjaran.

Ketua Panitia Seleksi Perades Kesambi, Muhammad Mawahib mengatakan bahwa mulai sesi ujicoba hingga keluarnya hasil ujian merupakan tanggungjawab pihak ketiga. Artinya panitia seleksi Perades tidak memiliki hak untuk memberikan jawaban saat ini juga.

“Kami tidak bisa memberikan jawaban saat ini juga. Kaki harus menunggu jawaban dari pihak ketiga, dalam hal ini Unpad,” ungkapnya.

Pihak akademisi dikatakan Mawahib memiliki waktu memberikan jawabannya maksimal tanggal 21 Februari 2023. Untuk kemudian hasil yang disampaikan Unpad tersebut akan diteruskan pihak panitia ke para peserta Perades yang merasa keberatan.***