Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan bahwa api membakar sekitar 3.500 ton kertas. Sebab itu, proses pemadaman api yang membakar kertas dikatakan Munaji membutuhkan penanganan lebih lanjut, berbeda dengan proses pemadaman kebakaran lainnya.
“Karena kertas harus diantisipasi terus menerus, karena kertas berlipat-lipat dan perlu penanganan lebih lanjut, beda dengan kebakaran lain,” ungkapnya.
Atas kejadian ini, Munaji mengungkapkan total kerugian perusahaan ditaksir sekitar Rp 17,5 miliar. Di mana selain gudang kertas yang terbakar, ada sejumlah kendaraan yang ikut hangus terbakar.
Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Jekulo AKP Luk Har Syan’in mengatakan bahwa kebakaran gudang kertas penyimpanan hasil produksi dan bahan baku diduga berasal dari korsleting listrik. Api pertama kali diketahui oleh salah satu karyawan gudang yang saat itu mengetahui adanya percikan api di PPIC atau gudang bahan jadi di sisi kanan depan pabrik.***
