Kudus dijadikan tempat untuk belajar pengolahan hasil tembakau, hal itu dinilai Bergas sebagai penghormatan yang luar biasa dari Jombang.
“Kami mengucapkan terima kasih sekali, penghormatan luar biasa sekali dari Jombang, ke Kabupaten Kudus sebagai tempat belajar,” kata Bergas.
Bergas juga mengatakan, selama ini tembakau dari Jombang termasuk yang terbaik.
Dengan kunjungan yang dilakukan kali ini, Bergas berharap di wilayah Jombang tumbuh banyak pabrik industri rokok. Sehingga bukan hanya menghasilkan bahan baku saja, namun juga berkembang dengan hadirnya banyak pabrik rokok.
“Industri rokok itu termasuk padat karya, kembalinya ke masyarakat. Jadi masyarakat sekitar oabrik rokok bisa ikut mendapat manfaat, ada bahan baku tinggal menjadi bahan jadinya (rokok),” jelas Bergas.
Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, saat Pj Bupati Jombang berkunjung ke KIHT Kudus, Pj Bupati Jombang ikut belajar melinting rokok menggunakan alat.
Selain berkunjung ke pabrik rokok yang ada di KIHT, rombongan dari Jombang dikatakan Rini juga berkunjung ke laboratorium serta lainnya. Tujuannya untuk studi tiru dan bisa diwujudkan di wilayah Jombang.
“Selain itu, tadi juga ada tanda tangan MoU (Memeorandum of Understanding) antara petani tembakau dari Jombang dan perusahaan rokok di KIHT Kudus. Intinya petani tembakaku dari Jombang ingin produk tembakau diterima oleh pengusaha rokok di KHIT. Harga antar petani dan petani pun sudah disepakati bersama,” jelas Rini.
Selam ini, Rini mengaku bahwa perusahaan rokok di KIHT Kudus memperoleh tembakau dari Jombang. Namun ada juga yang dari Tuban, Madura, hingga Temanggung.***
