Kudus juga menyimpan kenangan pribadi bagi Anthony. Ia mengingat pernah datang ke PB Djarum sekitar 2010 atau 2011 untuk menjalani tes. Jika dahulu ia berkunjung bersama kedua orang tuanya, kini ia kembali dengan suasana berbeda, yakni bersama istri dan anaknya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen berkesan di tengah perjuangannya kembali menemukan performa terbaik.
“Memang butuh waktu juga buat cari performa yang kaya dulu lagi, apalagi sekarang dengan situasi dan umur pasti ada perbedaan dari beberapa tahun lalu jadi memang itu yang harus dicari di lapangan,” jelasnya.
Anthony menegaskan bahwa proses mengembalikan performa membutuhkan kesabaran, evaluasi, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi pertandingan.
Pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 22 Oktober 2026, Anthony akan menghadapi rekan senegaranya, Richie Duta Richardo.
Keduanya sudah cukup mengenal karakter permainan masing-masing karena sering berlatih bersama. Namun, Anthony menyadari bahwa tekanan dan situasi pertandingan resmi akan berbeda dibandingkan sesi latihan.
Ia pun berencana mengevaluasi penampilannya, memaksimalkan pemulihan kondisi fisik, dan mempersiapkan strategi menghadapi Richie.
“Yang terpenting kalau saya pribadi mau mempersiapkan diri sendiri dengan maksimal,” kata Anthony.
Mengenai targetnya di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, ia memilih fokus pada setiap pertandingan yang dijalani.
“Targetnya terus main bagus aja setiap hari sampai final,” tutupnya. ***
