Selain itu, kepada tamu-tamu undangan saat acara puncak Buka Luwur Makam Sunan Kudus, luwur lama juga diberikan. Ukurannya pun tidak dapat dipastikan, apakah semuanya sama ataukah tidak.
Selama ini, Denny mengaku sering mendapatkan kain luwur makam Sunan Kudus. Kain warna putih itu ia buat menjadi baju koko untuk bisa digunakannya. Sedangkan kaum perempuan yang mendapatkan dan dikumpulkan, untuk selanjutnya dibuat menjadi mukena.
Sementara saat disinggung mengenai luwur Sunan Kudus yang menyimpan banyak berkah, Denny menyerahkan semuanya kepada setiap individu. Ingin mempercayainya ataupun tidak, semua kembali ke masing-masing individu.
“Soal berkah, luwur itu kan terpasang selama setahun, menjadi saksi ribuan peziarah yang datang. Banyak peziarah yang membaca tahlil, Al-Qur’an, dzikir, dan lainnya. Tentunya luwur itu menjadi saksi semua itu. Tapi semuanya kembali ke personalnya masing-masing,” ungkapnya.
Selain itu, selama ini luwur Sunan Kudus tidak pernah dilelang untuk dijual. Hanya dibagikan secara gratis kepada orang-orang yang beruntung.***
