“Dari yang sebelumnya sekitar 1,8 kilometer, sekarang bertambah. Bisa 2,3 atau bahkan 2,5 kilometer,” ungkap Mukhlisin.
Dishub Kudus juga masih mengkaji kemungkinan penerapan jalur sepeda di Jalan Sudirman. Namun, tingginya aktivitas masyarakat dan lalu lintas di kawasan tersebut menjadi tantangan tersendiri.
“Di Sudirman ini tidak bisa serta-merta. Banyak kegiatan, banyak kepentingan. Tim kami masih menghitung apakah jalur sepeda di sana aman,” ujarnya.
Lebih jauh, Mukhlisin menegaskan bahwa jalur sepeda disiapkan bukan sekadar untuk kepentingan olahraga, tetapi sebagai infrastruktur jangka panjang yang mendorong mobilitas sehat dan ramah lingkungan.
“Harapannya bukan cuma dipakai saat weekend. Idealnya sepeda dipakai harian, ke sekolah atau ke tempat kerja. Tapi itu harus diawali dengan rasa aman,” tegasnya.
Dishub Kudus juga menilai pengembangan jalur sepeda sejalan dengan upaya penataan lalu lintas perkotaan, termasuk pengurangan kepadatan kendaraan bermotor di pusat kota.
“Kalau infrastrukturnya sudah siap, masyarakat tinggal menyesuaikan,” pungkas Mukhlisin.***
