Nantinya, lanjut Andi, akan ada satu perwakilan dari USAID dan tim dari Provinsi Jawa Tengah yang akan terjun ke Kudus untuk melakukan skrining. Disamping itu, mereka juga akan melakukan kajian dan analisis terkait potensi maupun permasalahan apa yang terjadi di Kudus.
“Ini kegiatannya belum final ini, nanti mereka masih analisis Kudus itu perlu dibantu dimana. Kalau memang sudah ada dari lintas program dan sektor misal, dia akan support yang lain. Tapi agenda terdekat ini penemuan kasus aktif di masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut, Andi membeberkan bahwa ada lima kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang menjadi pilot project untuk program pendampingan dari USAID. Antara lain, Kabupaten Semarang, Cilacap, Kudus, Surakarta dan Tegal.
Kelima kabupaten tersebut ditunjuk berdasarkan angka kasus TBC yang terbilang tinggi dan masuk dalam indikator yang ditetapkan oleh USAID. Kabupaten Kudus sendiri mewakili wilayah di Karesiden Pati untuk pilot project program Eliminasi TBC di 2028.
“Saat ini ada 2.648 kasus suspek TBC yang telah ditemukan di Kudus, 261 kasus positif dan target penemuan untuk tahun 2024 itu 2.383 orang,” tukasnya. ***
