Dandim 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Dia berharap hasil dari kegiatan ini dapat mengurangi hama tikus dan meningkatkan hasil panen padi di area sawah.
“Keterlibatan kami dalam penanaman padi dan perburuan hama tikus adalah bentuk pendampingan kepada petani,” ujarnya.
Letkol Hermawan juga menekankan pentingnya sosialisasi mengenai pengendalian hama tikus yang aman. Pihaknya mengingatkan para petani untuk menghindari penggunaan jebakan beraliran listrik yang dapat membahayakan orang lain.
“Oleh karena itu, gropyokan secara kolektif dianggap sebagai cara yang efektif dan aman untuk menangkap tikus,” tandasnya.
Kegiatan gropyokan ini tidak hanya menjadi solusi untuk mengatasi masalah hama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara petani dan instansi pemerintah.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Kudus dapat terjaga dan semakin baik ke depannya. ***
