Nenek yang mempunyai delapan cucu itu bikin terenyuh. Di sela-sela berjualan, ia selalu membawa tasbih. Mulutnya seperti merapal doa, sedang tangan kanannya tak berhenti menghitung bola-bola di tasbih itu.
Ketika ditanya, Suni menjawab kegiatan itu ia lakukan untuk menghilangkan kantuk. Apalagi, cuaca yang cukup panas dan angin yang mengibas cukup membuat Suni mudah mengantuk jika tak ada pembeli.
“Jika tak begini saya ngantuk, makanya saya bawa ini (tasbih) dan pring (bambu) untuk membuat tampah,” bebernya.
Warga RT 4 RW 1 Desa Jepang, Mejobo itu mengaku senang bisa beraktivitas seperti itu. Meskipun dagangannya tak begitu ramai, ia selalu mensyukuri nikmat dan rezeki yang didapat.
“Alhamdulillah, sedikit banyak disyukuri, di sini juga ada temannya buat ngobrol, kalo dulu sering buruh sana sini, sekarang tenaganya sudah berkurang, untuk jalan saja sudah bungkuk,” pungkasnya. (***)
