“Malam pukul 20.00 ada sembahyang ritual Budha Tri Dharma. Kemudian, dilanjutkan dengan pengobatan dari Kelenteng Tay Sin Bio, Jakarta,” tuturnya.
Menurutnya, acara Bwee Gee merupakan ritual untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Dewa Bumi, yang dipercaya memberikan perlindungan dan keberkahan. Harapan itu pula yang diinginkan untuk perjalanan tahun 2025.
Selain itu, kirab ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga dan komunitas Tionghoa di Kudus. Pihaknya berharap, tradisi ini bisa mewarnai kebudayaan di Kota Kretek dan menjadi perhatian masyarakat.
“Harapan 2025, saya optimis, bangkit lebih baik lagi. Kalau negara aman makmur akan ikut menikmati, ini untuk bangsa dan negara,” ungkapnya. ***
