“Pisang itu salah satu sumber vitamin paling oke, selain mengenyangkan juga mudah dijumpai dimana-mana ada. Dari makan buah kita bisa sedikit-demi sedikit menerapkan gaya hidup sehat, karena semua itu butuh proses,” katanya.
Tidak lupa, dirinya juga berpesan kepada para remaja khususnya perempuan akan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah.
Pasalnya kaum perempuan rentan terkena anemia saat masa menstruasi. Untuk mencegah dampak jangka panjang yang ditimbulkan, maka perlu dibiasakan mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin mulai dari sekarang.
“Minum tablet tambah darah kita sudah kampanyekan sejak 2019, sekarang dan setiap ada kesempatan kita giatkan lagi. Penting karena remaja putri masih rentan anemia,” imbuhnya.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Andini Aridewi sebagai penyelenggara melaporkan bahwa SBH beranggotakan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang tertarik di bidang kesehatan.
“Peringatan ini untuk meningkatkan motivasi anggota SBH agar terus aktif belajar, berkarya, dan mendukung gerakan masyarakat hidup sehat,” jelasnya.
Saka tersebut, Lanjut Andini, memiliki enam krida yaitu Krida Bina Keluarga, Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Penanggulangan Penyakit, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat dan Krida Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Keenam krida itu dikembangkan melalui upaya pelaksanaan kegiatan dalam menjawab tantangan dan solusi permasalahan di bidang kesehatan.***
