Hari Jadi Kudus ke-477, Ziarah Makam Bupati Pendahulu Jadi Momentum Refleksi Sam’ani dan Bellinda

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton dan Ketua TP PKK Endhah Sam'ani Intakoris ziarah makam pemimpin terdahulu di Makam Sedo Mukti, Desa Kaliputu. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Selain refleksi terhadap perjalanan pemerintahan, Sam’ani juga menekankan pentingnya menjaga budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kudus.

Salah satunya melalui filosofi Gusjigang, yang mencerminkan tiga nilai, yakni bagus perilaku, pandai mengaji atau berpendidikan, serta memiliki kemampuan berdagang dan bekerja.

Menurut Sam’ani, nilai-nilai tersebut masih relevan diterapkan di tengah perkembangan zaman dan dapat menjadi bagian dalam membentuk karakter masyarakat Kudus.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kudus juga tengah mempersiapkan perubahan Peraturan Daerah (Perda) mengenai Hari Jadi Kabupaten Kudus.

Sam’ani menjelaskan, kajian mengenai perubahan tersebut melibatkan sejumlah akademisi dan pakar dari beberapa perguruan tinggi, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Universitas Diponegoro (Undip). Kajian juga melibatkan Ketua Yayasan Makam Sunan Kudus.

Berdasarkan manuskrip yang telah ditelaah para pakar, terdapat rencana perubahan tanggal Hari Jadi Kabupaten Kudus. Peringatan yang selama ini dilaksanakan setiap 23 September direncanakan berubah menjadi 23 Agustus.

Sementara itu, juru kunci Makam Sedo Mukti, Temu Sunarto, menyebut terdapat tujuh bupati terdahulu yang dimakamkan di kompleks tersebut.

Mereka di antaranya Kanjeng Kiai Adipati Ario Cjondronegoro III, Kanjeng Pangeran Ario Cjondronegoro IV, Kanjeng Tjokronegoro, Cjondronegoro V Putri, Cjondronegoro VI, Darsono, dan Agus Toyib.

Juru kunci yang telah sekitar 35 tahun merawat kompleks makam tersebut mengatakan ziarah menjadi bagian dari upaya mendoakan para leluhur sekaligus mengenang jasa para pemimpin terdahulu.

Ia berharap semangat urup ngurupi tidak berhenti sebagai slogan dalam momentum Hari Jadi Kudus. Nilai tersebut, menurutnya, perlu dibuktikan melalui tindakan nyata dalam pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, ziarah ke Makam Muslim Sedo Mulyo menjadi bagian dari refleksi kepemimpinan Sam’ani dan Bellinda. Mengenang para pendahulu sekaligus menjadi pengingat agar estafet pengabdian terus dilanjutkan melalui kerja nyata untuk masyarakat Kabupaten Kudus.***