RS Aisyiyah juga memberikan edukasi tentang senam kaki diabetik, dimana senam ini merupakan salah satu cara pencegahan ulkus diabetik atau luka di kaki akibat komplikasi diabetes.
“Karena tidak bisa dipungkiri pasien dengan diabetes akan merasa bosan dengan pengobatan jangka panjangnya sehingga butuh dukungan penuh dari keluarga,” tambahnya.
Edukasi kesehatan berjalan lancar dan pasien serta keluarga antusias mendengarkan dan bertanya kepada narasumber. Sebagian besar pertanyaan dari peserta terkait keluhan yang mereka rasakan dan mitos dimasyarakat tentang pengobatan diabetes.
“Seperti, penderita DM harus makan nasi karag atau nasi aking, penderita DM yang mengalami luka dikaki itu hanya bisa terjadi pada penderita diabetes basah dan lainnya,” tandasnya.
Dalam edukasi ini, narasumber mematahkan mitos tersebut dan memberikan jawaban sesuai dengan medis dari pertanyaan peserta tersebut. Sehingga, peserta menjadi paham mana yang benar tentang pengobatan dan komplikasi DM dan tidak terjadi salah persepsi di masyarakat. ***
