Harga Cabai Di Pasar Merangkak Naik, Pedagang Tercekik

Pedagang cabai di Pasar Tradisional Kudus (foto : cwo)

“Dengan melambungnya harga cabai aku khawatir jika dagangan tidak laku. Pasalnya, setiap lonjakan, harga daya beli masyarakat jadi turun. Selain itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Pada naik semua mas. Kecuali bawang putih,” keluh Nur

Di sisi lain, kenaikan cabai juga dikeluhkan oleh para pemilik warung. Salah satunya ialah Asri (49 tahun) pemilik warung makan yang sudah berjualan selama 10 tahun.

Pihaknya memaparkan bahwa kondisi tersebut membuat masyarakat mengeluhkan naiknya harga kebutuhan pokok. Yang secara otomatis berpengaruh juga terhadap naiknya harga jual.

Bacaan Lainnya

“Kalau menaikan harga takut pelanggan pada kabur. Jadi, nasi yang biasanya Rp 3 ribu sekarang mau gak mau jadi 4000, itu saja pemasukan saya tetap menurun mas,” tutur Bu Asri.

Harapannya, lanjut Bu Asri, pemerintah dapat mengendalikan harga kebutuhan pokok terutama cabai dan telur yang terus merangkak naik.

“Kalau begini kasihan rakyat kecil. Mau beli mahal semua, terpaksa mengurangi pembelian biar bisa belanja,” pungkasnya.

Lebih lanjut, selain harga cabai yang merangkak naik. Harga bawang merah dan telur di Kudus juga mengalami kenaikan. Harga Bawang merah sendiri tembus Rp50 ribu pada hari ini. Sedangkan harga telur menjadi Rp29 yang sebelumnya Rp24 ribu. (cwo/mii)