Pihaknya menuturkan melonjaknya harga tersebut membuat pedagang khawatir, daya beli masyarakat menurun.
“Dengan melambungnya harga bawang merah, saya khawatir jika dagangan tidak laku. Soalnya, setiap lonjakan, harga daya beli masyarakat jadi turun,” keluh Nur.
Ia melanjutkan, kekhawatirannya sudah terbukti, mengingat beberapa hari terakhir pasar kian sepi.
Disisi lain, Sumanah (37 tahun) pemilik warung makan sederhana pun ikut mengeluhkan naiknya harga bawang merah. Hal itu lantaran pengeluaran untuk membeli bahan masakan semakin membengkak.
“Duh, pengen nangis Mas. Harganya mahal jadi belinya sedikit, terus pelanggan pada komplain rasanya kok beda. Mau naikin harga, takut pada kabur pelanggan,” tuturnya.
Dia berharap, harga komoditas bawang merah bisa kembali normal.
“Atau paling tidak beri kita solusi, atau bantuan,” pungkas Fathonah. (cow/mii)
