Adapun kegiatan kirab tahun ini, lanjut Kamal, diramaikan oleh 10 kontingen arak-arakan. Katanya, Masing-masing kontingen ada empat orang yang membawa gunungan kirab berupa hasil bumi.
Berdasarkan pantauan zonanews.id di lapangan, para kontingen ada yang membawa gunungan berisikan nasi godong jati, hasil-hasil pertanian, jajanan pasar dan lainnya. Gunungan tersebut diarak dari Balai Desa Gribig ke Makam Sunan Kedu.
“Harapannya dengan adanya kirab ini, ada kepercayaan dari masyarakat bisa membawa berkah. Tapi kami kembalikan lagi ke keyakinan masyarakat itu sendiri seperti nantinya akan diberi keselamatan dan kesehatan,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Gribig, Taufiq mengaku sangat antusias dengan adanya kirab ini.
Pihaknya mengaku senang karena kirab buka luwur Sunan Kedu kembali dihadirkan dan diselenggarakan dengan meriah. Hal ini mengingat dua tahun kemarin kirab tersebut ditiadakan.
“Cukup menyenangkan melihat antusiasme masyarakat dan peserta arak-arakan dari masing-masing RW. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahunnya,” tandasnya.***
